Ainur Rofiq, Akhirnya Bisa Bersekolah di SD Negeri Brebes 07

Brebes (gkb.brebeskab.go.id) – Ainur Rofiq (6,5),Ν seorang anak dari keluarga pemulung barang rongsok asal Kelurahan Brebes RT. 4 RW. 16, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya besok senin bisa sekolah di SD Negeri 07 Brebes, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga memfasilitasi lewat Program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) bisa mendapatkan hak anaknya, yakni belajar di sekolah. Jumat (6/1/2022).

Plt. Dindikpora Brebes Rojat, S.Pd, M.Pd menugaskan kepada bidang Dikdas untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah, yakni seragam sekolah merah putih, Pramuka, batik, alat tulis buku pulpen, pensil, penghapus, tepak, buku buku gambar, sepatu, dan tas.

” Pihak Dinas sudah memastikan bahwa anak ini harus sekolah, setelah dikonfirmasi, anaknya mau, dan keluarganya juga mendukung, maka selanjutnya kita langsung upayakan untuk dicarikan sekolahnya, dan pihak sekolah juga menerima anak tersebut, terkait masalh administrasi sekolah, mulai senin besok bisa sekolah di SD Brebes 07,” tuturnya.

Sementara itu, Rojat juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Danramil Brebes 01 Kapten Kunpriyanto, bahwa pihak Danramil sudah memberikan sedikit bantuan beras 25 kg dan 1 dus mie instan untuk sekedar meringankan beban hidup keluarga Ibu April. Sementara uang santunan untuk menambah tabungan ananda Rofiq buat sekolah besok,” tuturnya.

Ditempat yang berbeda, Ahmad Baidowi selaku Ketua RW menjelaskan, bahwa bocah warganya itu sehari-harinya menghabiskan waktunya bukan untuk bermain namun berkeliling sambil menenteng karung plastik guna mengumpulkan botol-botol plastik dan barang bekas lainnya untuk menyambung hidup keluarganya yang meliputi Rodiyah (56) nenek, ibu, dan kedua adiknya Ahmad Jagat Satria (4) dan Rizki Ramadhan (9 bulan).

Bahkan bocah itu sering berjalan jauh agar mendapatkan lebih banyak barang barang bekas tersebut. Ia biasanya pulang menjelang dzuhur, kemudian membongkar isi karung dan menyerahkannya kepada neneknya untuk dijual ke pengepul.

“Setelah pulang bekerja memulung, ananda Rofiq juga membantu ibunya untuk mengasuh kedua adiknya,” terangnya.

Lanjut Ahmad Baidowi, April dan ketiga anaknya termasuk Rofiq, saat ini masih tinggal di rumah milik neneknya itu, rumah berukuran 4 x 7 mete, yang terlihat kumuh karena di bagian teras dijejali tumpukan barang-barang bekas.

“Untuk ayahnya Rofiq, Supriyandi (31), pada saat April sedang mengandung anak ketiga (Rizki Ramadhan) pergi merantau ke Jakarta, dan tidak pernah pulang hingga saat ini, jadi sepeninggal kepala keluarga maka seluruh beban hidup keluarga ditanggung April dibantu Rofiq hanya dari hasil memulung,” sambungnya.

Dalam sehari terkadang April dan Rofiq mendapatkan uang senilai Rp. 10-20 ribu dari penjualan hasil memulung, dan penghasilan yang mereka dapatkan itu terkadang belum mampu disisihkan untuk persiapan sekolah Rofiq.

Baidowi juga menjelaskan bahwa keluarga April tergolong miskin ekstrem dan belum pernah tersentuh bantuan baik itu PKH, bansos maupun program bantuan lainnya.

“Sudah beberapa kali kita ajukan namun belum pernah dapat,” tegasnya.

Kemudian dari penuturan Rofiq sendiri, dirinya bercita-cita ingin jadi polisi untuk membahagiakan ibu, nenek, dan kedua adiknya itu. (BU/Aan)

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.