Pendokumentasian Aktivitas Pengembalian ATS GKB, Mungkinkah ?

Sebuah proses kegiatan akan bagus jika ada proses pendokumentasian, bahasa kerennya adalah rekam digital. Pasalnya dengan ada pendokumentasian secara teratur, maka akan memudahkan bagi pelaksana program untuk memonitor apa saja yang sudah dilakukan. Terkadang kita juga tidak bisa menyimpan apa yang sudah di lakukan, hari apa, tanggal berapa, dan bulan serta tahun berapa.

Kebanyakan, proses pendokumentasian tidak dianggap penting, ketika ditanya betulkan itu pernah dilakukan, anda jawab betul, namun ketika ditunjukkan kapan dan adakah bukti digitalisasinya, maka anda tidak bisa menjawab, jikalau apa yang sudah dilakukan tidak ditulis dalam sebuah historis, apakah itu berbentuk berita, ataukah berbentuk video, atau bentuk yang lainnya yang bisa dibaca oleh orang banyak.

Bedakan ketika semua rangkaian yang kita lakukan kemudian terekam dengan baik, maka akan memudahkan kita ketika ada daerah atau Kabupaten/Kota yang ingin belajar atas prestasi yang sudah dilakukan, saat ada studi banding misalnya, kita tidak usah bercerita panjang lebar, cukup peserta yang studi banding untuk membaca rekam digital dalam website misalnya, atau misalnya sudah dipublikasikan dalam youtube kita buat film dokumenter, sehingga orang lain akan melihat apa saja yang sudah dilakukan.

Pendokumentasian juga bisa dilakukan dengan mencetak dokumen, artinya sebuah proses yang cukup panjang, dibuatkan tim khusus kemudian dibuatkan buku pedoman tatalaksana dan pendokumentasian Gerakan Kembali Bersekolah, sehingga nanti di cetak dan dijadikan sebagai bahan bagi orang lain ketika daerahnya mau mereplikasikan intervensi gerakan ini.

Tidak ada yang salah ketika kita membuat sebuah dokumen yang mungkin hari ini tidak dibaca oleh orang lain, namun ketika ada regenerasi berikutnya, maka mereka akan mudah untuk membaca apa saja yang sudah dilakukan dan rencana ke depan program yang harus di intervensi. Disinilah betapa pentingnya sebuah catatan penting dalam pendokumentasian.

Contoh yang dilakukan oleh Adi Assegaf misalnya, relawan pendidikan saat tahun 2015, dia membuat sebuah dokumentasi dari foto-foto yang ada di handphone kemudian di kumpulkan lalu dibuatkan videonya dan di upload dalam youtube. Saat itu tahun 2015 kemudian sekian tahun berikutnya orang bertanya, apa saja sih yang dilakukan oleh teman-teman Brebes dalam mendukung program GKB sebagai rintisan, maka cukup tunjukkan video tersebut, bahwa itu tidak hoak, dan benar-benar sebuah karya yang sudah dibuatkan dan bisa dibaca pada tahun ini atau tahun yang akan datang.

Ada lagi, bagaimana kemudian dukungan Pemkab dalam persoalan GKB di tahun 2017 misalnya, dengan membuat sebuah video dokumenter ayo sekolah melalui GKB di Cenang, sejak tahun itu sudah di publish, sekarang cukup dikirimkan link nya saja dan bisa dibaca oleh semua orang, bahwa ini tidak instan dan itulah kondisi yang sudah dilakukan.

Jadi penulis mengambil judul diatas, pendokumentasian aktivitas GKB, mungkinkah ? maka di jawab jelas mungkin, dengan catatan ada tim yang khusus dan menyempatkan atas pengabdiannya dalam mendokumentasian dan tidak malas untuk mempublikasikan, nantinya pasti ada manfaatnya.

Penulis : Bahrul Ulum ( Ketua FMPP Kabupaten Brebes )

Share on facebook
Facebook
Share on email
Email
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *