Tentang GKB

GKB ini dirintis sejak tahun 2016, dimana ada desakan dari masyarakat pemerhati pendidikan yang merintis awal dengan mengembalikan Anak Tidak Sekolah melalui sekelompok kecil yang saat itu dinamakan Celoteh Brebes Membangun (CBM), mereka secara swadaya melakukan upaya rekonfirmasi anak yang tidak sekolah, mengembalikan ke sekolah, menggalang dana swadaya, dan melakukan pendampingan baik di sekolah maupun di rumah ATS yang ada dengan mengembalikan ATS saat itu hanya 30 anak saja yang tersebar di Kecamatan Larangan dan Ketanggungan.

Pengalaman selama melakukan upaya pengembalian, lalu di FGD kan dilevel pemerintah Kabupaten Brebes secara intensif, dan tahun 2017 mulailah di canangkan launching Gerakan Kembali Bersekolah oleh Bupati Brebes di Pendopo Brebes dengan menghadirkan Forkompinda, Forkompincam, Organisasi Perangkata Daerah di lingkungan Pemkab Brebes, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, LSM, Media, dan perwakilan Kepala Desa dan pengurus FMPP yang terbentuk.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten mulai bergerak dengan melibatkan relawan CBM, untuk masuk dalam kelembagaan resmi yang dipayungi regulasi Pemerintah Kabupaten melalui Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang dikukuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Brebes pada tahun 2016.

Sejak itulah, ada komitmen yang kuat antara relawan pendidikan ini dan menyepakati bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dalam hal ini adalah Bapperlitbangda Kabupaten Brebes dengan menyepakati pengembalian ATS ke Sekolah sebanyak 1000 anak, dan dipastikan mereka belajar di sekolah.

Komitmen kuatnya, diselenggarakannya Launching GKB dan Penggalangan dana untuk membantu ATS yang dikembalikan ke sekolah, karena saat itu belum ada alokasi dari dana APBD Kabupaten ataupun dari dana desa. Tepat pada tanggal 20 September 2017 oleh Bupati Brebes Ibu Hj Idza Priyanti, SE.MH.

Sosialisasi GKB dilakukan langsung oleh Bupati secara maraton di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. GKB ini selain melibatkan FMPP juga melibatkan dunia usaha dan dunia industri yang ada di Kabupaten Brebes, dan telah berhasil mengentaskan ATS sebanyak 1.212 anak untuk kembali bersekolah pada tahun 2017.

Pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Brebes mengalokasikan anggaran pembiayaan GKB sebesar 5,7 Milyar rupiah untuk membiayai sebanyak 5.000 ATS di bidang pendidikan formal dan nonformal. Namun teralisasi hanya ada 4.074 ATS yang dikembalikan ke sekolah.

Selanjutnya untuk tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Brebes menganggarkan dana sebesar 1,7 Milyar untuk pengembalian ATS kembali bersekolah di bidang formal, sedangkan untuk nonformal dibiayai melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Formal BOP Kesetaraan tahun 2019.

Keberhasilan dalam pelaksanaan GKB Kabupaten Brebes inilah akhirnya menjadi salah satu Kabupaten/kota di Indonesia yang dilibatkan dalam menyusun  Strategi Nasional (STRANAS) penanganan ATS di Kementrian PPN / Bappenas, dan masuk 40 Top Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenpan & RB  Republik Indonesia.

Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp